Skip to main content

Salah karyawan atau salah bos ?

Ketika sebuah tim yang sedang memiliki cita-cita bersama yaitu menyelesaikan tugas dari perusahaan, pasti setiap orang memiliki pikiran dan pertanyaan beban kerja apa saja yang akan aku kerjakan.

Pimpinan tim hanya memberikan uraian pekerjaan yang akan dikerjakan. Semua orang dianggap rata siap dan sanggup bekerja. Arahan hanya diberikan ketika sedang rapat bersama. Waktu untuk mengerjakan proyek memang belum sampai.

Akhirnya kini banyak yang menganggur, tetapi ada juga yang mulai sibuk mempersiapkan hal-hal sekiranya nanti akan berguna ketika sedang mengerjakan tugas.

Ketika pimpinan masuk ruangan melihat yang sedang menganggur, perasaan tidak suka begitu ditunjukan ?

Tidak bisakah dilakukan pendekatan individu tentang permasalahan yang sedang dihadapi. Tidak mungkin semua orang itu sama masalah dan persoalannya.

Apakah cukup hanya diberi arahan dan perintah tanpa dicek lagi sudah sampai mana pekerjaan masing-masing orang.

Ketika seorang diberi perintah kemudian tidak dipernah ditanya sudah seperti apa pekerjaanya, apa masalahnya, apa kesulitannya, apa ide-ide barunya.

Sepertinya ada kesenjangan pekerjaan. Ada yang sibuk sekali, ada yang bingung mau mengerjakan apa, ada yang santai-santai.

Apakah kondisi ini baik ?

Kemudian salahkah jika karena bingung mau mengerjakan apa, terus para pekerja ada yang main game, internetan, dan lainnya.

Comments

Popular posts from this blog

Facebook vs blog

Dua hal yang sebenarnya tidak bisa dibandingkan karena tujuannya sudah berbeda. Kalau facebook lebih untuk menjalin persahabatan, kalau blog lebih ke berbagi informasi dalam bentuk artikel. Tetapi ada kesamaan diantara keduanya yaitu sama-sama menghabiskan waktu untuk berinternet. Aku hanya mau berargumen tentang manfaat dari kesamaan keduanya saja. Kalau anda berbeda pendapat, silahkan beri argumen di komentarnya... :D Dulu sebelum aku kenal facebook aku sudah ngeblog. Tetapi karena belum bisa mengeluarkan ide-ide menulis (padahal isi otak ini kalau mau di tulis mungkin udah ribuan artikel), paling satu dua artikel saja yang terposting. Kemudian aku kenal facebook, itupun karena aku tadinya sekedar iseng saja. Awalnya males karena tidak mendapatkan manfaat apapun. tapi akhirnya bisa bertemu dengan temen-temen sma. Berbagi informasi, kirim ucapan selamat, tanya kabar temen-temen lain. Di facebook paling cuma nulis status, kemudian menunggu apakah ada yang mengomentari atau ti

Tips mengatur waktu untuk menyelesaikan banyak pekerjaan !

Tulisan ini berdasarkan pengalaman pribadi ketika saya keteteran mengerjaan gawean yang datang bertubi, saling beririsan satu sama lain, bahkan saling mengganggu pada akhirnya. Hasilnya pekerjaan malah berantakan, hampir nggak ada yang selesai tepat waktu. Dan parahnya menyisakan banyak masalah. http://www.canstockphoto.com Dan sebelumnya maaf, saya bukan seorang ahli psikologi atau seorang motivator atau seorang yang ahli dalam manajemen, tapi tulisan ini tentang catatan untuk diingat kaitannya dengan posisiku mengerjakan banyak hal. Berikut ini share saya tentang cara mengatasi dan menyelesaikan banyak pekerjaan yang datang bersamaan agar hasilnya bisa maksimal. Minimal adalah selesai semua tanpa meninggalkan masalah. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dari awal dan ketika proses pengerjaan. Ada sedikitnya 6 point yang harus kita perhatikan.

Pake bahasa indonesia koq malah bingung

Beberapa kali download software tetapi malah bahasanya itu indonesia, malahan bingun ketika mencari sebuah form atau data. Persoalnya adalah kebanyakan dalam software itu istilah-istilahnya adalah istilah khusus yang jarang dipakai dalam bahasa sehari-hari. Jadi ketika dibahasa indonesiakan menjadi istilah yang aneh. Contohnya adalah: - disk : kandar - plugin : pengaya - bar : bilah - option : pilihan - general : umum - advanced : canggih Tiga istilah terakhir mungkin masih nyambung. Tapi itu contoh sedikit yang sampai saking bingungnya aku uninstall dan install baru fengan pilihan bahasa "English US". Yaaaa ini adalah kesalahan yang sebenarnya kalau sering menggunakan bahasa infonesia itu yang baik dan benar.